Sektor 23 Pembibitan Satgas Citarum Harum Melaksanakan Penanaman di Petak 19

TNI POLRI177 Dilihat

Kontrolnews.co – Kab. Bandung | Anggota Sektor 23/Pembibitan Satgas Citarum Harum melakukan penanaman dipetak 19 yang berada Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Kamis (10/02/22).

Kegiatan ini di lakukan untuk menghijaukan kembali lahan gundul yang masih ada di petak 19 guna mengantisipasi longsor ataupun banjir ke daerah dataran rendah.

Pada kesempatan tersebut, Praka Noris selaku Anggota Sektor 23/pembibitan memerintahkan anggota membawa bibit kopi dan bibit kayu keras agar di tanam bersama sama di petak 19.

Noris menegaskan selain melaksanakan penanaman anggota sektor 23 juga wajib memberi arahan mengenai perawatan pada tanaman yang baik dan benar, terutama untuk masyarakat yang menanam tanaman di lahan yang memiliki kemiringan tidak wajar.

“Dengan kemiringan 45° seharusnya masyarakat sudah tidak bisa menanam dengan tanaman sayuran karena itu akan menimbulkan efek yang sangat merugikan yaitu terjadinya longsor”, tegasnya.

Baca Juga  MotoGP Mandalika Usai, Polisi Pantau Arus Penumpang di Pelabuhan Lembar

Menurutnya, Anggota TNI dan masyarakat melaksanakan penanaman dalam jarak tanaman yang sudah di tentukan sehingga tanaman akan tumbuh subur.

“Dengan melaksanakan penanaman dan pembinaan kepada masyarakat diharapkan agar pola pikir masyarakat akan lebih berkembang sehingga sasaran dari citarum harum akan tercapai”. Kata dia.

Sementara itu, Dansektor 23 Kol. Inf. Mochamad Ridwan mengatakan, bahwa penanaman dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap alam supaya tidak terjadi longsor yang berkelanjutan

“Mitigasi ini sangat luas, sesuai tugas kami dari satgas Citarum Harum Sektor 23 pembibitan harus mengembalikan fungsi sungai yaitu sebagai sumber hidup dan kehidupan masyarakat banyak”. Katanya.

Baca Juga  Dansatgas Citarum Harum Edukasi Pelaku Usaha: Jaga Lingkungan Mulai Dari Diri Sendiri

Menurutnya, Mitigasi alam melalui penghijauan lahan kritis dengan penanaman pohon keras, merupakan sebuah tindakan yang majemuk.

“Selain konservasi hutan, hal ini akan menyelamatkan status iklim sehingga disaat musim kemarau sungai masih ada airnya, jika musim hujanpun lingkungan tidak terjadi banjir”. Imbuhnya.

Normalisasi kondisi tanah melalui tanam pohon keras, akan mengikat air tanah sehingga mata air selalu ada dan menyisakan ketika di musim kemarau. Sebaliknya jika musim hujan tidak akan terjadi banjir, karena aerasi tanah dalam status seimbang.

Untuk merubah status kritisnya lahan ini, Dansektor 23 pembibtan membutuhkan waktu yang lama, selain tindakan langsung menanam pohon juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya tanam pohon keras di lahan kritis.

Baca Juga  Polisi Ungkap Peredaran 300 Butir Tramadol dalam Ops Antik Lodaya 2026

“Warga harus mengerti tentang pentingnya tanaman keras, supaya area pertaniannya bisa ditanam pohon keras. Karena dengan pola Agro Porestry bisa menyelamatkan kedua jenis tanaman”. Ujar dia.

Agro Porestry adalah sebuah pola tanam dimana tanaman pohon keras ditanam diantara tanamam pertanian atau sayuran (hortikultura).

“Dengan Agro porestry ini, sehingga penghijauan tanaman keras tidak mematikan tanaman pertanian, maka mata pencaharian ekonomi  masyarakat tidak terhambat”. Pungkasnya.

(Red)