Sektor 23 Pembibitan Satgas Citarum Harum, Sub 03 Citawa Lakukan Penanaman di Petak 69F

TNI POLRI299 Dilihat

Kontrolnews.co – Kab. Bandung | Anggota Sektor 23/Pembibitan Satgas Citarum Harum melakukan penanaman di Petak 69F yang berada di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Selasa (5/04/22).

Kegiatan di lakukan untuk menghijaukan lahan gundul yang masih ada di petak 69F guna mengantisipasi longsor ataupun banjir ke daerah dataran rendah.

Pada kesempatan tersebut, Serda Haris selaku Anggota Sektor 23/pembibitan memerintahkan anggota membawa bibit kopi, bibit tanaman keras dan juga bibit buah yang sudah siap untuk ditanami agar di tanam bersama sama di petak 69F.

Serda Haris menegaskan selain melaksanakan penanaman anggota sektor 23 wajib memberi arahan mengenai perawatan pada tanaman yang baik dan benar, terutama untuk masyarakat di lahan yang memiliki kemiringan tidak wajar di lahan tersebut.

“Anggota TNI dan masyarakat melaksanakan penanaman dalam jarak tanaman yang sudah di tentukan sehingga tanaman akan tumbuh subur”. Tegasnya.

Baca Juga  Irjen Kalingga Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mustasyar BPNU

Sementara itu, Dansektor 23 Kol. Inf. Mochamad Ridwan meminta masyarakat untuk lebih banyak menanam pohon sebagai salah satu langkah konservasi lahan.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih giat menanam pohon, di manapun, seperti di jalan-jalan desa, pekarangan, dan lahan-lahan kritis”. Ucapnya.

Dia menjelaskan jumlah air yang semakin banyak disebabkan beberapa faktor, di antaranya karena lahan semakin terbuka yang berakibat pada kurangnya penyerapan air. Sehingga air langsung turun dengan erosi memenuhi saluran-saluran air. Kondisi tersebut membuat saluran air meluap dan banjir.

Baca Juga  Kapolda NTB Gelar Subuh Keliling di Islamic Center Mataram, Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas

“Jadi ini merupakan permasalahan lahan kritis kita yang semakin banyak, selain itu problem yang lain terjadi degradasi di lingkungan kita yang lahannya semakin tinggi. Selain itu juga pola bercocok tanam yang semakin mempersempit penyerapan air”.Jelasnya.

Dansektor mengatakan, perlu ada solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Jangka pendek dengan melakukan pembersihan saluran air, sedangkan jangka panjang melakukan konservasi lahan dengan penanaman pohon”. Katanya.

Baca Juga  Kapolda Jabar Komitmen Dukung Swasembada Pangan Presiden

Dansektor terus menghimbau kepada masyarakat untuk mengembangkan pola tanam Agroforestry dengan cara tumpang sari antara tanaman sayuran dan tanaman keras.

“Tanaman sayuran yang di tanam masyarakat bisa dikakukan dengan cara tumpang sari dengan tanaman keras seperti buah buahan agar air terserap. Selain itu, tanaman buah buahan bisa bermanfaat sehingga dapat menambah ekonomi masyarakat”. Pungkasnya.

(Red)