Sektor 23 Pembibitan Satgas Citarum Harum, Sub 3 Citawa Melaksanakan Penanaman di Petak 69 F

TNI POLRI219 Dilihat

Kontrolnews.co – Kab. Bandung | Anggota Sektor 23/Pembibitan Satgas Citarum Harum melakukan patroli dan penanaman dipetak 69 F yang berada di Sub 3 Citawa Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Sabtu (29/01/22).

Kegiatan di lakukan untuk menghijaukan kembali lahan gundul yan ada di petak 69 F. Selain itu, guna mengantisipasi longsor, erosi pada tanah ataupun banjir dari hulu ke hilir.

Pada kesempatan tersebut, Koptu Ayat selaku Anggota Sub 3 Citawa Sektor 23/pembibitan memerintahkan anggota membawa bibit kopi, kayu keras dan buah agar di tanam bersama sama di petak 69 F.

Baca Juga  Kurang dari 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Sukapura

Ayat juga menegaskan selain melaksanakan penanaman anggota sektor 23 juga wajib memberi arahan mengenai perawatan pada tanaman yang baik dan benar, terutama untuk masyarakat yang menanam tanaman di lahan yang memiliki kemiringan tidak wajar.

“Dengan kemiringan 45° seharusnya masyarakat sudah tidak bisa menanam dengan tanaman sayuran karena itu akan menimbulkan efek yang sangat merugikan yaitu terjadinya longsor”, tegasnya.

Baca Juga  Sektor 9 Citarum Harum Sub 4, Cek IPAL PT Industri Susu Alam Murni Cinambo pH 8

Menurutnya, Anggota TNI dan masyarakat melaksanakan penanaman dalam jarak tanaman yang sudah di tentukan sehingga tanaman akan tumbuh subur.

“Dengan melaksanakan penanaman dan pembinaan kepada masyarakat diharapkan agar pola pikir masyarakat akan lebih berkembang sehingga sasaran dari citarum harum akan tercapai”. Tutur dia.

Sementara itu, Komandan Sektor 23 pembibita, Kolonel Inf. Mochamad Ridwan mengatakan, penghijauan di hulu sungai Citarum merupakan tnggyngjawab semua pihak.

Baca Juga  Jum'at Keliling, Kapolda Jabar Ajak Warga Wujudkan Jaga Rawat Jawa Barat

Semua pihak harus merasa memiliki dan mempunyai kewajiban yang sama untuk menghijaukan kembali lahan kritis.

“Menanam pohon adalah investasi. Di samping untuk mencegah adanya potensi ancaman bencana, juga upaya meningkatkan keindahan alam”. Ungkapnya.

(Red)