Sinergi Polisi dan Ojol Diperkuat, Gangguan Kamtibmas Didorong Cepat Ditangani

TNI POLRI60 Dilihat

Kontrolnews.co – Bogor | Polres Bogor memperkuat kemitraan dengan komunitas ojek online (ojol) sebagai bagian dari strategi membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kolaboratif, responsif, dan berbasis komunikasi langsung dengan warga

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi Mitra Ojol Kamtibmas yang digelar di GOR Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (27/8/2026). Kegiatan diikuti ratusan pengemudi ojol, termasuk mitra Gojek, serta jajaran Satlantas Polres Bogor.

Tidak hanya menjadi forum silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi safety riding, pelayanan SIM keliling, pelatihan pertolongan hidup dasar, serta diskusi dan ngopi santai bersama para pengemudi.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang berhalangan hadir, menitipkan pesan agar komunitas ojol terus menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Bogor.

“Teman-teman ojol memiliki mobilitas yang sangat tinggi dan setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan komunitas ojol memiliki posisi strategis sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pesan Kapolres.

Menurutnya, menjaga kamtibmas tidak dapat dibebankan hanya kepada institusi kepolisian. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar berbagai potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Polisi tidak mungkin berada di setiap tempat dan setiap waktu. Karena itu, informasi dari masyarakat menjadi sangat penting sebagai bagian dari sistem deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Baca Juga  Pangdam III/Siliwangi Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Pameungpeuk

Kapolres juga mengingatkan para pengemudi ojol agar tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan persoalan di lapangan. Setiap informasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan hendaknya segera disampaikan kepada kepolisian melalui jalur komunikasi yang telah dibangun.

“Kalau menemukan adanya tawuran, keributan, kecelakaan, tindak kriminal, atau situasi lain yang berpotensi mengganggu keamanan, segera komunikasikan kepada petugas. Jangan melakukan tindakan sendiri yang justru dapat memperbesar persoalan. Biarkan kepolisian melakukan penanganan sesuai prosedur dan kewenangannya,” ujarnya.

Ia menilai kecepatan informasi sangat menentukan efektivitas penanganan suatu peristiwa.

“Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah antisipasi dan penanganan dapat dilakukan. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang terbuka, cepat, dan bertanggung jawab antara kepolisian dengan komunitas ojol,” kata Wikha.

Kapolres juga mengapresiasi peran para pengemudi ojol yang selama ini ikut membantu menciptakan situasi kondusif di tengah masyarakat.

“Kami berharap kemitraan ini tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi. Jadikan komunikasi sebagai kebiasaan, jadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari, dan bersama-sama kita ciptakan Kabupaten Bogor yang aman, tertib, serta nyaman bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bogor AKP Afif Widhi Ananto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memperluas pendekatan preventif melalui edukasi, pelayanan publik, dan penguatan komunikasi dengan kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi.

“Pengemudi ojol setiap hari berada di jalan dan berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Mereka bersentuhan langsung dengan berbagai kondisi masyarakat. Karena itu, keberadaan mereka sangat potensial menjadi mitra strategis dalam membangun keselamatan lalu lintas sekaligus mendukung terciptanya kamtibmas,” ujar Afif.

Baca Juga  Persepsi Masyarakat terhadap Penegakan Hukum Meningkat, Kapolda Jabar Beri Apresiasi Jajaran Reskrim

Menurut Afif, kemitraan dengan komunitas ojol harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, bukan sekadar hubungan antara polisi dan pengguna jalan. Komunikasi yang terbangun dapat menjadi instrumen pencegahan apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

“Kami ingin membangun pola komunikasi dua arah. Polisi memberikan edukasi dan pelayanan, sementara masyarakat memberikan informasi mengenai kondisi yang mereka temukan di lapangan. Dengan pola seperti ini, kepolisian dapat memperoleh informasi lebih cepat dan masyarakat juga mengetahui bagaimana harus bertindak ketika menghadapi suatu persoalan,” katanya.

Ia menegaskan, aspek keselamatan berkendara juga menjadi perhatian utama karena tingginya intensitas aktivitas para pengemudi ojol di jalan raya.

“Safety riding bukan sekadar persoalan mematuhi aturan lalu lintas. Ini menyangkut budaya keselamatan. Setiap pengendara harus memahami bahwa keputusan kecil ketika berada di jalan dapat menentukan keselamatan dirinya maupun orang lain,” ujar Afif.

Ia mengingatkan pengemudi agar selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga kondisi kendaraan, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak menggunakan telepon seluler ketika berkendara, serta mengendalikan kecepatan sesuai kondisi jalan.

“Yang paling penting adalah membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan kebutuhan, bukan sekadar kewajiban karena takut ditilang. Ketika kesadaran itu tumbuh, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas akan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari,” katanya.

Afif juga mengajak para pengemudi untuk terus menjaga komunikasi dengan kepolisian apabila menemukan persoalan di wilayahnya.

Baca Juga  Brimob Polda NTB Salurkan 1.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Gempa di Ende

“Jangan ragu memberikan informasi. Namun informasi tersebut harus disampaikan secara objektif, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, dan tidak memprovokasi. Prinsipnya, kita ingin informasi menjadi solusi, bukan justru menjadi sumber masalah baru,” tegasnya.

Salah seorang pengemudi ojol, Saipul, mengaku telah tiga kali mengikuti kegiatan serupa. Ia menilai kegiatan tersebut bermanfaat karena membuka ruang komunikasi langsung dengan kepolisian.

“Bagi kami sangat penting. Informasi cepat dan komunikasi dengan polisi juga mudah. Kalau ada kejadian di wilayah, kami bisa segera menyampaikan,” singkat Saipul.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut menjadi momentum memperkuat hubungan antara kepolisian dan komunitas ojol. Melalui edukasi keselamatan, pelayanan SIM, pelatihan pertolongan hidup dasar, serta komunikasi kamtibmas, Polres Bogor mendorong terbentuknya kemitraan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi kepolisian, penguatan jejaring komunikasi dengan komunitas yang memiliki mobilitas tinggi menjadi bagian penting dari upaya menciptakan sistem keamanan yang lebih responsif. Sementara bagi para pengemudi ojol, kemitraan tersebut memberikan ruang untuk berkontribusi menjaga keamanan sekaligus memperoleh pengetahuan mengenai keselamatan berlalu lintas dan penanganan situasi darurat.

Komentar