Tingkat Kesembuhan Meningkat, Tim Maksimalkan Vaksinasi dan Penyemprotan Desinfektan

TNI POLRI160 Dilihat

Kontrolnews.co – Mataram | Satgas Ops Aman Nusa II PMK melalui Tim Biddokkes Polda NTB yang tergabung dalam Subsatgas bidang Pengobatan dan Desinfektan melakukan kegiatan penambangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi hewan ternak di kelompok ternak sapi Pade Angen Desa Sandik Batu Layar Kabupaten Lombok Barat, (09/08).

Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK menyampaikan kegiatan yang dilakukan tersebut meliputi sosialisasi kepada kelompok peternak terkait penanganan PMK.

Baca Juga  Kawal Ritual Suci Umat Hindu di Segara Anak, Tim Dokkes Polda NTB Beri Layanan Kesehatan

“Tim melakukan sosialisasi kepada anggota kelompok ternak tersebut terkait pola penanganan yang dilakukan oleh peternak untuk mencegah timbulnya atau tertular PMK,”ucap Artanto.

Kemudian dilakukan penyemprotan disinfektan dan Dekontaminasi pada kandang, peralatan, kendaraan dan bahan-bahan lainnya yang memungkinkan menularkan virus PMK pada hewan ternak.

Disamping itu kegiatan juga dilakukan tracking atau pengamatan terhadap kandang yang menampung 36 ekor Sapi tersebut.

Baca Juga  Polda Jabar Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai, Tolak Tindakan Anarkis

Artanto mengklim bahwa kegiatan penanganan pencegahan PMK semacam ini bila rutin dilaksanakan akan mampu menurunkan penularan PMK secara efektif.

Ia mengatakan terhitung dari 91.353 hewan ternak yang sudah ditangani, tersisa sekitar 4.698 ternak yang masih sakit dan dalam perawatan. Sedangkan ada sekitar 82.206 yang telah dinyatakan sembuh dan sehat. Sementara yang dilakukan tindakan pemotongan bersyarat sebanyak 245 ekor, dan yang mati akibat PMK 204 ekor.

Baca Juga  Polda Jabar Imbau Masyarakat Jaga Fasilitas Umum, Tolak Aksi Anarkis dan Wujudkan Jawa Barat Tetap Aman

“Saat ini sudah sekitar 24.262 hewan yang sudah tervaksin PMK,”jelasnya.

Semoga dengan penanganan yang dilakukan serius dan rutin maka penyebaran PMK dapat di cegah. Oleh karenanya perawatan lokasi ternak harus tetap bersih dan di semprot Disinfektan. “Tutup Artanto”.

(Red)