MK Bukanlah Mahkamah Kalkulator

Opini2360 Dilihat

Oleh: Hj Atin Nurhayati, S.H.

Kontrolnews.co – Bandung | Setelah melihat di Laman MK Penelusuran Perkara terkait DAFTAR ALAT BUKTI ( DAB ) untuk permohonan pemohon No. 85/ PHPU-BUP/ XXIII/ 2025 semua sudah lengkap dari para pihak, baik dari pemohon, termohon, pihak terkait juga Bawaslu. Sabtu 1 Februari 2005.

Bila tanggal 4 -5 Februari 2025 permohonan No.85 dilanjutkan tentu smua DAB tersebut akan di gunakan, di gelar bersama apakah DAB para pihak mampu membuktikan dalil nya masing – masing, tapi bilamana tgl 4-5 Februari 2025 permohonan No. 85 DISMISSAL yaa tentunya semua DAB tersebut tidak akan di gelar atau tidak akan di gunakan, apakah permohonan No. 85/ PHPU.BUP-XXIII/2025 dari Kab Bandung dengan nama pemohon Sahrul-Gungun di lanjut atau Dismissal ??

MK bukanlah Mahkamah Kalkulator, tetapi MK sebagai Batu Uji atas pelanggaran UU Pilkada tentang Norma JUJUR & ADIL, UU Pilkada di buat supaya Pilkada itu JUJUR & ADIL bilamana Paslon melanggar UU tentu sanksinya DISKUALIFIKASI.

Ingat tanggal itu adalah ILMU PASTI, tanggal 22 maret tentu berbeda dengan tanggal 22 April. PKPU sudah menjelaskan bahwa tanggal 22 maret 2024 adalah tanggal yang DILARANG untuk melakukan Rotasi / Mutasi, dan Buktinya sudah disampaikan oleh pemohon.

UU PEMILU dan MAHKAMAH AGUNG, sudah menetapkan dan memutuskan sanksinya DISKUALIFIKASI serta Mendagripun memberikan pendapat dengan tegas bahwa pelanggar UU sanksinya adalah DISKUALIFIKASI.

Tetapi saya pribadi selaku praktisi hukum memiliki keyakinan bahwa permohonan dari Kabupaten Bandung akan dilanjut karena permohonan yang dimohonkan sangat KRUSIAL yaitu terkait ROTASI / MUTASI PEJABAT ASN di Kabupaten Bandung, walaupun menurut jawaban Bawaslu Pelantikan 360 ASN tersebut DIBATALKAN namun SK NYA TIDAK DI BATALKAN, artinya SK tersebut masih berlaku, mengapa pelantikannya dibatalkan ??? Yaa mungkin Karena TIDAK ADA PERSETUJUAN dari Mendagri, Logikanya bila ada persetujuan dari Mendagri mungkinkah Dibatalkan ???
Dan apakah setelah di batalkan apa Pelanggarannya juga Batal ??? Tentu tidak doong.

Selain dari pada itu, untuk permohonan No 85 dari Kabupaten Bandung dikuatkan dengan adanya permohonan AMICUS CURIAE dari Warga Kab Bandung yaitu merupakan Informasi, pandangan atau pendapat tentang apa yang terjadi dari para pihak ( KPU, PIHAK TERKAIT & BAWASLU ), masyarakat Kabupaten Bandung memberikan informasi kepada MK apa yang terjadi sesungguhnya di Kabupaten Bandung dari para pihak tersebut, sehingga Majelis hakim bisa memutus dengan tepat untuk permohonan Dari Kabupaten Bandung.

Kalaupun saya analogikan kepada sebuah pernikahan, dimana :

Pernikahan = Rotasi
Surat Nikah = SK
Resepsi pernikahan = Pelantikan
Restu orang tua = Persetujuan Mendagri

Bila Pernikahan tersebut sudah dilakukan dan Resepsinya DIBATALKAN, karena tidak ada Restu Orang Tua , Apakah PERNIKAHAN dan SURAT NIKAHNYA juga BATAL ??? Tentu tidak dooong….
Artinya Rotasi Mutasi tersebut sudah terjadi dan SK nya masih tetap berlaku sesuai dengan TMTnya.

Pelanggaran tersebut sudah dilakukan, UU sudah jelas Sanksinya, MK, MA dan Mendagripun sudah jelas sikapnya.

Artinya MK pada Putusan Sela Perkara 85 ini sepertinya tidak perlu lagi menggelar proses pembuktian lagi untuk sesuatu yang sudah sangat- sangat jelas, tinggal ketok palu saja DISKUALIFIKASI, tapi tentu nya MK memiliki prosedur atau Hukum acara, sehingga patut kita hormati, tunggu saja tanggal 4-5 Februari 2025 seperti apa keputusannya.

Demikian pendapat saya Hj. Atin Nurhayati, SH sebagai praktisi hukum

Bila ada yang tidak sependapat, silahkan melakukan Hak Jawab.