Jelang Suroan, Ratusan Cabang PSHT Ikuti Pelatihan Kehumasan untuk Perkuat Komunikasi Era Digital

Berita480 Dilihat

Kontrolnews.co – Ngawi | Menjelang peringatan bulan Suro, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kehumasan di Gedung Sekretariat PSHT, Kota Madiun, Sabtu pagi (17/5/2025). Acara ini diikuti oleh 34 perwakilan pusat, 380 cabang dari seluruh Indonesia, serta lebih dari 20 cabang khusus di luar negeri.

Dengan mengusung tema “Penguatan Kehumasan PSHT: Membangun Komunikasi di Era Digitalisasi”, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kehumasan setiap cabang agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan mampu menyampaikan pesan organisasi secara bijak dan akurat kepada publik.

Baca Juga  Firefighter Challenge 2026, Upaya Damkar Kabupaten Bogor Perkuat Kesiapsiagaan dan Ketangkasan Petugas

Ketua Umum PSHT, Kangmas R. Moerdjoko, menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk memperkuat pemahaman internal dan membentuk citra positif PSHT di mata masyarakat.

“Kami berharap pelatihan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang peran humas, khususnya dalam menyampaikan informasi secara tepat kepada warga SH Terate dan masyarakat luas. Terlebih, menjelang momentum penting seperti Suroan, diperlukan komunikasi yang efektif untuk menghindari kesalahpahaman,” jelas R. Moerdjoko.

Ia juga mengingatkan agar warga muda PSHT bisa mendapatkan edukasi yang baik dalam menyikapi kegiatan Suro, agar kejadian-kejadian yang pernah terjadi di masa lalu tidak terulang kembali.

Baca Juga  Aktivis Jabar Dorong Ketum PAN Copot Ketua Fraksi PAN DPRD KBB, Soroti Dugaan Mangkir Tugas

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pusat PSHT, Kangmas H. Issoebiantoro, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan tenaga kehumasan yang profesional, kredibel, dan mampu menyampaikan informasi dengan penuh tanggung jawab.

“Kami ingin seluruh lapisan warga PSHT memahami bahwa organisasi ini menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, kerukunan, dan kekompakan. Pelatihan ini menjadi langkah strategis agar humas di tiap cabang mampu menangkal berita hoaks dan memperkuat citra positif perguruan,” ungkapnya.

Baca Juga  KH. Miftachul Akhyar ditetapkan kembali sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031

Menurutnya, hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meminimalisir pemikiran negatif yang berkembang di tengah masyarakat serta menciptakan suasana yang harmonis dalam setiap kegiatan PSHT.

“Mudah-mudahan, pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen PSHT dalam menjaga kedamaian dan kelancaran seluruh kegiatan, termasuk dalam menghadapi peringatan bulan Suro,” pungkas Kangmas Issoebiantoro.