Kontrolnews.co, Bandung | Sektor 9 Citarum Harum Sub 3 perkuat pelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum, fokus kegiatan diarahkan pada edukasi masyarakat dan pembersihan anak sungai guna mencegah sampah darat masuk ke aliran. Jum’at, 12 Juni 2026.
Sub 3 yang dipimpin langsung oleh Serma Dede Mulyana bersama anggota dan warga melaksanakan sosialisasi dan pemasangan Lodong Sesa Dapur (Loseda) di RW. 03 dan RW. 04 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik.
Program Loseda atau lomba sedekah sampah mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah agar volume sampah ke sungai berkurang.
Edukasi langsung juga dilakukan di seputaran Cisaranten Endah. Warga diedukasi terkait dampak membuang sampah ke sungai dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Pendekatan komunikasi sosial jadi metode utama agar pesan pelestarian DAS sampai ke masyarakat.
Rencana berikutnya, Sub 3 akan melaksanakan pembersihan anak sungai Cidurian di Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong.
Titik rawan timbunan sampah menjadi sasaran, setelahnya dilanjutkan patroli komsos, sosialisasi, dan edukasi kepada warga setempat.
Dede menyebutkan, kunci keberhasilan program Citarum Harum ada di tangan masyarakat. Kami di lapangan terus berupaya mendampingi warga, memberikan pemahaman bahwa sungai bukan tempat pembuangan akhir.
“Edukasi harus menyentuh langsung ke rumah-rumah, kalau setiap keluarga mau memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur, beban sungai pasti berkurang,” ujarnya.
Dilajutkannya, Loseda kami jadikan jembatan agar warga punya kebiasaan baru yang positif, tanpa kesadaran warga, kerja kami di sungai tidak akan optimal.
“Karena itu pendampingan harus terus berjalan, tidak boleh berhenti.” jelas Dede.
Sementara Dansektor 9 Kolonel Kav. Sudradjat Dirgahayu, S.Sos., menyebutkan, “Penuntasan sampah harus dimulai dari hulu, bukan hanya saat sampah sudah menumpuk di sungai.
“Strategi kami jelas, cegah sampah darat masuk ke aliran, caranya satu, masyarakat harus konsisten mengelola sampah rumah tangga dengan benar,” ucap Dansektor
Pihaknya juga menekankan agar sampah di buang pada tempatnya, pilah dari sumbernya, dan manfaatkan sampah yang masih bernilai. Satgas tidak bisa bekerja sendiri.
“Kami butuh kolaborasi semua pihak, dari RT, RW, kelurahan, sampai warga itu sendiri. Kalau budaya bersih ini tumbuh, maka Citarum akan kembali seperti dulu, sungai yang sehat, bermanfaat untuk pertanian, dan tidak lagi jadi sarang penyakit,” tegasnya.
Kolonel Kav. Sudradjat juga menyatakan komitmennya, “kami bersama personel di lapangan adalah terus hadir, terus edukasi, sampai perubahan perilaku itu benar-benar terjadi,” tandas Dansektor.




