Ada Apa ! Petani di Desa mengeluh,  Simak Penjelasannya

Berita, Ngawi230 Dilihat

Kontrolnews.co – Ngawi | karena mahalnya harga pupuk kimia non subsidi, masyarakat desa yang mayoritasnya petani mengeluh, sedangkan pupuk subsidi tidak bisa mencukupi kebutuhan petani, karenakan alokasinya berkurang untuk mencukupi kebutuhan pupuk petani harus membeli pupuk non subsidi yang harganya Sangat mahal, Selasa (24/05/2022).

Harno petani asal kecamatan sine menjelaskan “pupuk subsidi tidak mencukupi untuk kebutuhan kami sebagai petani ya kami harus beli non subsidi walau harganya mahal yang penting hasil panen bagus”tuturnya

Saat di konfirmasi awak media Demang petani asal desa Tulakan menjelaskan biaya yang kami keluarkan tidak bisa seimbang dengan penghasilan, apalagi sekarang semua mahal mulai dari tenaga, sampai pupuk,bahkan saat panen harga padi menurun.

” Kalau pupuk subsidi harganya tidak mahal masih terjangkau, untuk penyaluran ke petani di kelola kelompok masing – masing, masalah melebihi harga eceran tertinggi (HET) Yo wajar saja karna pembagian sesuai acuan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani) itu pun sudah ada kesepakatan semua anggota kelompok tani, berdasarkan musyawarah bersama anggota tertuang dalam berita acara”.imbuh demang

Baca Juga  Sekolah Rakyat Permanen Jasinga Resmi Dimulai, Pemkab Bogor Tekankan Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan

“kalau kelompok tani jualnya sesuai harga HET ya merugi, siapa yang akan nombok,,? Belum lagi untuk sewa tempat pupuk, beli kantong plastik untuk membagi sesuai RDKK, dan sisanya buat kas kelompok tani juga milik semua anggota bukan milik pengurus” tutup nya

Saat di temui awak media di kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan Sine, yang akrab di panggil mbak Mayang selaku penyuluh menjelaskan kami akan mencari terobosan sesuai dengan program bupati Ngawi

Baca Juga  Disdagin Kabupaten Bogor Tegaskan Kesalahan Input RUP PJU Tenaga Surya Telah Diperbaiki

“Pertanian ramah lingkungan merupakan salah satu program yang harus di terapkan dan di jalankan, sebagai alternatif untuk memperbaiki Ekosistem pertanian dan kesuburan tanah, melalui pembuatan pupuk organik dan pembuatan pestisida alami, kita tumbuh kan petani yang mandiri dan tidak tergantung lagi pada pupuk kimia, juga bisa tetap menjaga ekosistem pertanian” tutup nya

Baca Juga  Tegar Beriman-Bomang Tersambung Lewat Flyover Pada 2027

(Sofyan Effendy)