Polres Ngawi Pastikan Stok BBM Aman, Monitoring 18 SPBU di 12 Kecamatan Diperketat

Berita Jatim33 Dilihat

Kontrolnews.co – Ngawi | Polres Ngawi bersama seluruh Polsek jajaran menggencarkan monitoring ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di 18 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok BBM tetap aman, distribusi berjalan lancar, serta mencegah potensi kelangkaan dan antrean pembelian BBM, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, secara umum ketersediaan BBM di SPBU wilayah Kabupaten Ngawi masih dalam kondisi aman. Petugas juga belum menemukan kelangkaan maupun antrean pembelian BBM yang menonjol. Pelayanan kepada masyarakat dilaporkan berlangsung dengan baik.

Monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga kelancaran distribusi energi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akibat isu kelangkaan BBM.

Dalam pelaksanaannya, personel Polres Ngawi dan Polsek jajaran melakukan pengecekan kondisi ketersediaan BBM serta memantau aktivitas pelayanan di SPBU. Petugas juga berkoordinasi dengan pengelola dan petugas SPBU untuk memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, pengelola SPBU diimbau agar menyampaikan informasi ketersediaan BBM secara transparan kepada masyarakat serta segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila ditemukan kendala distribusi maupun pelayanan.

Kapolres Ngawi Imbau Masyarakat Tidak Membeli BBM Berlebihan

Kapolres Ngawi, AKBP Mohammad Amirul Hakim, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa monitoring SPBU akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi dan situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Dari hasil monitoring yang kami lakukan, secara umum stok BBM di SPBU wilayah Kabupaten Ngawi masih dalam kondisi aman dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mengantisipasi potensi kelangkaan maupun antrean yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” tegas Kapolres, Senin (19/10/2026).

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Jangan melakukan pembelian secara berlebihan. Apabila mengetahui adanya dugaan penimbunan BBM atau gangguan distribusi, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Ia menegaskan, peran serta masyarakat sangat penting dalam menjaga kelancaran distribusi BBM. Informasi yang akurat dan koordinasi yang baik antara masyarakat, pengelola SPBU, dan kepolisian diharapkan dapat mencegah munculnya kepanikan maupun praktik yang merugikan masyarakat.

Polres Ngawi juga mengingatkan bahwa dugaan penimbunan BBM atau praktik lain yang berpotensi mengganggu distribusi akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui monitoring di 18 SPBU yang tersebar di 12 kecamatan tersebut, Polres Ngawi berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM, mencegah potensi gangguan kamtibmas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Polres Ngawi, Polisi Bersama Masyarakat, Hadir untuk Melindungi, Mengayomi, dan Melayani.

Komentar